.jpg)
Ana datang untuk sholat magrib di musholla kecil tersebut pada rakaat kedua. Saat memasuki musholla, ana melihat buya ahmad juga berdiri sholat di musholla tersebut. Ana menduga malam ini akan ada penyampaian pengajian oleh beliau.
Selesai sholat magrib dan sholat sunnah rawatib, jamaah yang hanya terdiri dari 5 orang laki-laki dan sekitar 3 orang ibu duduk dan mulai terlihat aktivitas gharin musholla menyiapkan bangku dan meja. Ternyata dugaan ana benar, bahwa malam ini akan ada penyampaian tausiyah dari buya. Sebelum pengajian dimulai seorang bapak berbicara dengan suara yang rendah bahwa umur buya tersebut sekitar 84 tahun. Ana baru sadar akan hal ini, buya ternyata sudah sangat tua. Pengajian pun dimulai. Pembukaan, pembacaan ayat suci Al Qur'an dan acara inti berupa pengajian. Pengajian kali ini beliau mengambil tema tentang kisah islamnya umar bin khattab, kisah hijrahnya sahabat dan beberapa sirah lainnya dan dimulai terlebih dulu dengan menguraikan tafsir tentang ayat yang dibaca qoriah saat pembukaan dimulai tadi. Ayat Al Qur'an yang dibaca dan diuraikan tersebut tentang berinfak dan bersedekah di jalan Allah swt.
Selesai pengajian dan sholat isya' salah seorang jamaah menanyakan umur buya ahmad saat ini. Beliau menyampaikan bahwa umurnya sudah 86 tahun. Subhanallah. Sudah lanjut dari apa yang disampaikan oleh jamaah diawal tadi. Ana masih ingat cerita dari ayah tuo bahwa dulunya buya ini adalah seorang yang luar biasa dalam melahap ilmu-ilmu agama. Hingga pernah ke mekah melaksanakan haji dan disana ia memperoleh banyak kitab lantaran secara gratis oleh orang arab (toko buku) dikarenakan kefasihan beliau dalam bahasa arab. Ayah juga bercerita bahwa buya sering meladeni debat tentang agama islam hingga pernah diundang konferensi ke padang dan beliau bisa mengalahkan hujjah salah seorang petinggi IAIN Imam Bonjol.
Saat melihat beliau, terpikir oleh ana tentang generasi islam air bangis saat ini. Siapakah yang akan menggantikan posisi beliau nanti jika ia telah tiada? sementara sepanjang pengetahuan ana, belum ada putra atau putri daerah sini yang fasih dalam bahasa arab dan mampu membaca kitab kuning dengan baik. Entah lah. Ana memandang kearah beliau, terlihat sikap berdirinya yang sudah tidak lagi kokoh dan telinganya yang sudah tidak lagi tajam. Usia telah merenggut nikmat Allah darinya secara satu persatu. Dan mungkin satu hari nanti beliau juga akan menuju ke haribaannya. Namun pertanyaannya kepada generasi sekarang adalah siapa yang akan melanjutkan perjuangannya dalam menjaga panji-panji Allah agar tetap kokoh di kampung yang dulunya dikenal sebagai mokah kociek (mekah kecil) ini ? Wallahu a'lam
Cari cepat dengan Label sama :
20 Maret, 2010
Umur buya
Diposting oleh
Al muhandis
pada pukul
11:24 PM
0
komentar
05 Maret, 2010
sekadar singgah
Barisan huruf ini dibuat untuk singgah sebentar di laman indah tempat kata dan kalimat bertutur tentang jalan hidup seorang manusia.
baca lanjutannya..
Diposting oleh
Al muhandis
pada pukul
3:42 PM
0
komentar
04 Februari, 2010
Bad Request
Dari siang tadi ana berkutat menyelesaikan sebuah permasalahan websever. Hm.... cukup rumit juga sih. Alhamdulillah sudah bisa diatasi.
Ok, berikut Problem dan cara penyelesaiannya :
Spesifikasi Server :
Operating system | Redhat Linux Fedora 8
Kernel and CPU | Linux 2.6.21-2950.fc8xen on i686
Processor information | Intel(R) Pentium(R) 4 CPU 3.20GHz, 2 cores
Real memory | 932.74 MB total, 105.91 MB used
Virtual memory | 2 GB total, 0 bytes used
Local disk space | 42.57 GB total, 4.73 GB used
Tampilan di komputer client sebagaimana capture diatas. Setelah di telusuri server, didapatkan log sebagai berikut :
[Thu Feb 04 17:39:51 2010] [notice] ModSecurity for Apache 2.1.3 configured - Apache/2.2.6 (Fedora)
[Thu Feb 04 17:39:51 2010] [notice] Digest: generating secret for digest authentication ...
[Thu Feb 04 17:39:51 2010] [notice] Digest: done
[Thu Feb 04 17:39:52 2010] [notice] mod_python: Creating 4 session mutexes based on 256 max processes and 0 max threads.
[Thu Feb 04 17:39:52 2010] [notice] mod_python: using mutex_directory /tmp
[Thu Feb 04 17:39:52 2010] [notice] Apache/2.2.6 (Unix) DAV/2 mod_auth_kerb/5.3 mod_auth_pgsql/2.0.3 mod_ssl/2.2.6 OpenSSL/0.9.8b Apache/2.2.0 (Fedora) PHP/5.2.6 mod_python/3.3.1 Python/2.5.1 mod_perl/2.0.3 Perl/v5.8.8 configured -- resuming normal operations
[Thu Feb 04 17:39:54 2010] [error] [client 172.16.122.19] ModSecurity: Access denied with code 400 (phase 2). Pattern match "^[\\\\d\\\\.]+$" at REQUEST_HEADERS:Host. [id "960017"] [msg "Host header is a numeric IP address"] [severity "CRITICAL"] [hostname "172.16.122.222"] [uri "/"] [unique_id "9JrnV38AAAEAABOPPogAAAAA"]
[Thu Feb 04 17:39:55 2010] [error] [client 172.16.122.19] ModSecurity: Access denied with code 400 (phase 2). Pattern match "^[\\\\d\\\\.]+$" at REQUEST_HEADERS:Host. [id "960017"] [msg "Host header is a numeric IP address"] [severity "CRITICAL"] [hostname "172.16.122.222"] [uri "/"] [unique_id "9KplBn8AAAEAABOQQFAAAAAB"]
So, tak ada kata lagi selain melapor pada om google. Akhirnya didapatkan orang yang memiliki masalah yang sama di http://www.linuxquestions.org/. So, ikuti jejak pembicaraan mereka, dan solusinya ternyata di akhir pembicaraan.... :)
ini nih solusinya :
buka : file /etc/httpd/modsecurity.d/blocking/modsecurity_crs_21_protocol_anomalies.conf dan file vi /etc/httpd/modsecurity.d/modsecurity_crs_21_protocol_anomalies.conf kemudian cari command SecRule REQUEST_HEADERS:Host "^[\d\.]+$" "deny,log,auditlog,status:400,msg:'Host header is a numeric IP address', severity:'2',,id:'960017'," dan tutup dengan memberikan tanda pagar.
root@localhost ~]# vi /etc/httpd/modsecurity.d/blocking/modsecurity_crs_21_protocol_anomalies.conf
--------------------
#SecRule REQUEST_HEADERS:Host "^[\d\.]+$" "deny,log,auditlog,status:400,msg:'Host header is a numeric IP address', severity:'2',,id:'960017',"
------------
[root@localhost ~]# vi /etc/httpd/modsecurity.d/modsecurity_crs_21_protocol_anomalies.conf
--------------------
#SecRule REQUEST_HEADERS:Host "^[\d\.]+$" "deny,log,auditlog,status:400,msg:'Host header is a numeric IP address', severity:'2',,id:'960017',"
------------
restart kembali httpd nya :
[root@localhost ~]# service httpd restart
Stopping httpd: [ OK ]
Starting httpd: [ OK ]
Nah, saat dilihat lognya di :
[root@localhost /]# tail -F /var/log/httpd/error_log
[Thu Feb 04 17:41:34 2010] [notice] caught SIGTERM, shutting down
[Thu Feb 04 17:41:35 2010] [notice] suEXEC mechanism enabled (wrapper: /usr/sbin/suexec)
[Thu Feb 04 17:41:36 2010] [notice] ModSecurity for Apache 2.1.3 configured - Apache/2.2.6 (Fedora)
[Thu Feb 04 17:41:36 2010] [notice] Digest: generating secret for digest authentication ...
[Thu Feb 04 17:41:36 2010] [notice] Digest: done
[Thu Feb 04 17:41:37 2010] [notice] mod_python: Creating 4 session mutexes based on 256 max processes and 0 max threads.
[Thu Feb 04 17:41:37 2010] [notice] mod_python: using mutex_directory /tmp
[Thu Feb 04 17:41:37 2010] [notice] Apache/2.2.6 (Unix) DAV/2 mod_auth_kerb/5.3 mod_auth_pgsql/2.0.3 mod_ssl/2.2.6 OpenSSL/0.9.8b Apache/2.2.0 (Fedora) PHP/5.2.6 mod_python/3.3.1 Python/2.5.1 mod_perl/2.0.3 Perl/v5.8.8 configured -- resuming normal operations
dah normal lagi.
coba sekarang buka web browser, nah tampilannya dah oke lagi :
Thank's to Allah swt.
Diposting oleh
Al muhandis
pada pukul
5:45 PM
0
komentar
Label: Teknologi
02 Februari, 2010
Kesalahan apa lagi ?
ya Allah...
apa yang salah dalam pendidikan diri setiap muslim/muslimah hari ini?
kenapa kami terlalu mudah menghakimi orang lain ? tanpa terkadang kami menunjuk pada diri kami sendiri dan mengakui bahwa kami juga punya terlalu banyak kekurangan dari apa yang mereka miliki ? Ya Allah... ada kesalahan apakah yang kami perbuat hingga jiwa ini terlalu lemah untuk menggapai kepada-Mu. Betapa ringkih jiwa ini...
Diposting oleh
Al muhandis
pada pukul
7:10 AM
0
komentar
19 Januari, 2010
Sepasang Suami-Istri Teladan
dakwatuna.com - Masyarakat Islam bagaikan bangunan kokoh. Keluarga bukan saja sebagai sendi terpenting dalam bangunan tersebut, tetapi uga menjadi unsur pokok bagi eksistensi umat Islam secara keseluruhan. Karena itu, agama Islam memberikan perhatian khusus masalah pembentukan keluarga.
Perhatian istimewa terhadap pembentukan keluarga tersebut tercermin dalam beberapa hal, yaitu:
Pertama, Al-Qur’an menjabarkan cukup terinci tentang pembentukan keluarga ini. Ayat-ayat tentang pembinaan keluarga termasuk paling banyak jumlahnya dibandingkan dengan ayat-ayat yang menjelaskan masalah lain. Al-Qur’an menjelaskan tentang keutamaan menikah, perintah menikah, pergaulan suami-istri, menyusui anak, dan sebagainya.
Kedua, sejak dini As-Sunah telah mengajarkan takwinul usrah yang shalihah dengan cara memilih calon mempelai yang shalihah. Rasulullah saw. bersabda, “Pilihlah tempat untuk menanam benihmu karena sesungguhnya tabiat seseorang bisa menurun ke anak.”
Rasulullah Suami Teladan
Rasulullah saw. sejak masa remaja sudah terkenal sebagai orang yang bersih dan berbudi mulia. Ketika beliau menginjak usia 25 tahun menikahi Khadijah binti Khuwailid. Sejak saat itulah beliau mengarungi kehidupan rumah tangga bahagia penuh ketentraman dan ketenangan.
Rasulullah saw. amat menghormati wanita, lebih-lebih istrinya. Beliau bersabda, “Tidaklah orang yang memuliakan wanita kecuali orang yang mulia; dan tidaklah yang menghinakannya kecuali orang yang hina.”
Menghormati istri adalah kewajiban suami. Al-Qur’an berkali-kali memerintahkan agar menghormati dan berbuat baik terhadap istri. Kita tidak mendapatkan kata-kata dalam Al-Qur’an yang mengharuskan untuk berbuat baik dalam menggauli istri, baik dalam keadaan marah atau tidak. Kecuali, ditekankan kewajiban berbuat ma’ruf dan ihsan terhadap istri dan dilarang menyakiti atau menyiksanya.
Pernah datang seorang wanita mengadu kepada Rasulullah saw. bahwa suaminya telah memukulnya. Maka beliau berdiri seraya menolak perlakukan tersebut dengan bersabda, “Salah seorang dari kamu memukuli istrinya seperti memukul seorang budang, kemudian setelah itu memeluknya kembali, apakah dia tidak merasa malu?”
Ketika Rasuluallah saw. mengizinkah memukul istri dengan pukulan yang tidak membahayakan, dan setelah diberi nasihat serta ancaman secukupnya, beliau didatangi 70 wanita dan mengadu bahwa mereka dipukuli suami. Rasulullah saw. berpidato seraya berkata, “Demi Allah, telah banyak wanita berdatangan kepada keluarga Muhammad untuk mengadukan suaminya yang sering memukulnya. Demi Allah, mereka yang suka memukul istri tidaklah aku dapatkan sebagai orang-orang yang terbaik di antara kamu sekalian.”
Rasulullah saw. merupakan contoh indah dalam kehidupan rumah tangganya. Beliau sering bercanda dan bergurau dengan istri-istrinya. Dalam satu riwayat beliau balapan lari dengan Aisyah, terkadang beliau dikalahkan dan pada hari lain beliau menang. Beliau senantiasa menegaskan pentingnya sikap lemah lembut dan penuh kasih sayang kepada istri. Kita jumpai banyak hadits yang seirama dengan hadits berikut, “Orang mukmin yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaknya dan paling lembut pada keluarganya.” Riwayat lain, “Sebaik-baik di antara kamu adalah yang paling baik pada keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.”
Di antara yang menunjukkan keteladanan beliau dalam menghormati istri adalah menampakkan sikap lembut, penuh kasih sayang, tidak mengkritik hal-hal yang tidak berguna untuk dikritik, memaafkan kekeliruannya, dan memperbaiki kesalahannya dengan lembut dan sabar. Bila ada waktu senggang beliau ikut membantu istrinya dalam mengerjakan kwajiban rumah tanggannya.
Aisyah pernah ditanya tentang apa yang pernah dilakukan Rasulullah saw. di rumahnya, beliau menjawab, “Rasulullah mengerjakan tugas-tugas rumah tangga, dan bila datang waktu shalat, dia pergi shalat.”
Rasulullah saw. memiliki kelapangan dada dan sikap toleran terhadap istrinya. Bila istrinya salah atau marah, beliau memahami betul jiwa seorang wanita yang sering emosional dan berontak. Beliau memahami betul bahwa rumah tangga adalah tempat yang paling layak dijadikan contoh bagi seorang muslim adalah rumah tangga yang penuh cinta dan kebahagiaan. Kehidupan rumah tangga harus dipenuhi gelak tawa, kelapangan hati, dan kebahagiaan agar tidak membosankan.
Bila terpaksa harus bertindak tegas, Rasulullah saw. melakukannanya dengan disertai kelembutan dan kerelaan. Sikap keras dan tegas untuk mengobati keburukan dalam diri wanita, sedangkan kelembutan dan kasih sayang untuk mengobati kelemahan dan kelembutan dalam dirinya.
Khadijah Istri Teladan
Khadijah binti Khuwailid adalah seorang wanita bangsawan Quraisy yang kaya. Dia diberi gelar wanita suci di masa jahiliyah, juga di masa Islam. Banyak pembesar Quraisy berupaya meminangnya, tetapi ia selalu menolak. Ia pedagang yang sering menyuruh orang untuk menjualkan barang dagangannya keluar kota Mekkah.
Ketika mendengar tentang kejujuran Muhammad saw., ia menyuruh pembantunya mendatangi dan meminta Muhammad menjualkan barang dagangannya ke Syam bersama budak lelaki bersama Maisyarah. Nabi Muhammad menerima permohonan itu dan mendapatkan keuntungan besar dalam perjalanan pertama ini.
Setelah mendengar kejujuran dan kebaikan Muhammad, Khadijah tertarik dan meminta kawannya, Nafisah binti Maniyyah, untuk meminangkan Muhammad. Beliau menerima pinangan itu dan terjadilah pernikahan ketika beliau berusia 25 tahun sedangkan Khadijah berusia 40 tahun.
Khadijah sebagai Ummul Mukminin telah menyiapkan rumah tangga yang nyaman bagi Nabi Muhammad saw. Sebelum beliau diangkat menjadi Nabi dan membantunya ketika beliau sering berkhalwat di Gua Hira. Khadijah adalah wanita pertama yang beriman ketika Nabi mengajaknya masuk Islam. Khadijah adalah sebaik-baiknya wanita yang mendukung Rasulullah saw. dalam melaksanakan dakwahnya, baik dengan jiwa, harta, maupun keluarganya. Perikehidupannnya harum semerbak wangi, penuh kebajikan, dan jiwanya sarat dengan kehalusan.
Rasulullah saw. pernha menyatakan dukungan ini dengan sabdanya, “Khadijah beriman kepadaku ketika orang-orang ingkar. Dia membenarkanku ketika orang-orang mendustakanku. Dan dia menolongku dengan hartanya ketika orang-orang tidak memberiku apa-apa. Allah mengaruniai aku anak darinya dan mengharamkan bagku anak dari selainnya.” (Imam Ahmad dalam kitab Musnad-nya)
Khadijah amat setia dan taat kepada suaminya, bergaul dengannya, siap mengorbankan kesenangannya demi kesenangan suaminya, dan membesarkan hati suaminya di kala merasa ketakutan setelah mendapatkan tugas kenabian. Ia gunakan jiwa dan semua hartanya untuk mendukung Rasul dan kaum muslimin. Pantaslah kalau Khadijah dijadikan sebagai istri teladan pendukung risalah dakwah Islam.
Khadijah mendampingi Rasulullah saw. selama seperempat abad. Berbuat baik di saat Rasulullah gelisah. Menolong Rasulullah di waktu-waktu sulit. Membantu Rasulullah dalam menyampaikan risalah dan ikut merasakan penderitaan pahit akibat tekanan dan boikot orang-orang musyrik Quraisy. Khadijah menolong tugas suaminya sebagai Nabi dengan jiwa dan hartanya.
Rasulullah saw. senantiasa menyebut-nyebut kebaikan Khadijah selam hidupnya sehingga membuat Aisyah cemburu. Dengan ketaatan dan pengorbanan yang luar biasa itu, pantaslah jika Allah swt. menyampaikan salam lewat malaikat Jibril kepada Khadijah. Jibril datang kepada Nabi, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, ini Khadiah telah datang membawa sebuah wadah berisi kuah, makanan dan minuman, apabila datang kepadamu sampaikan salam dari Tuhannya dan beritahukan kepadanya tentang sebuah rumah di surga, terbuat dari mutiara yang tiada suara gaduh di dalamnya dan tiada kepenatan.” (Bukhari)
Itulah Khadijah, sosok seorang istri yang layak dijadikan teladan bagi wanita-wanita yang mendukung keshalehan dan tugas dakwah suaminya.
Ciri-ciri Rumah Tangga Muslim
1. Sendi bangunannya adalah ketakwaan kepada Allah swt. Takwa adalah sendi yang kuat bangunan keluarga. Memilih suami/istri harus sesuai dengan arahan Rasulullah saw., yaitu utamakan sisi agamanya.
2. Kebahagiaan rumah tangga bukanlah berdasarkan kesenangan materi saja, sebab kebahagiaan sejati muncul dari dalam jiwa yang takwa kepada Allah swt. Bila ketakwaan telah menjadi sendi utama, maka kekurangan materi menjadi ringan. Ketakwaan yang ada di dalam dada pasangan suami-istri memunculkan tsiqah (rasa saling percaya) dan akan melahirkan ketentraman serta ketentraman dalam hubungan suami-istri. Hubungan antara anggota keluarga akan terasa indah karena semua sadar akan tanggung jawab dan hak-haknya.
3. Rumah yang dibangun untuk keluarga seharusnya sederhana dan mengutamakan skala prioritas dengan mengurangi hal-hal yang tertier dan berlebihan.
4. Dalam makanan dan berpakaian, seorang muslim amat sederhana, menekankan aspek kebersihan, dan menghindari dari yang haram, sikap berlebihan (israf), dan bermewah-mewahan. Semua anggota keluarga dipacu untuk memperbanyak berinfak dan bersedekah. Hindari syubhat, jauhi yang haram, itu moto mereka.
5. Anggaran rumah tangga dipenuhi dari rezeki yang halal dan baik. Sebab, daging yang terbentuk dari daging haram akan dibakar oleh api neraka. Secara teknis perlu ada kesepakatan antara suami-istri dalam menentukan besaran dan alokasi anggaran rumah tangga. Yang jelas, pengeluaran tidak boleh melebihi penghasilan. Cukupi diri dengan hal-hal yang dibutuhkan, bukan memperbanyak daftar keinginan.
6. Perhatikan hak-hak Allah swt. Tunaikan zakat, menabung untuk pergi haji, sediakan kotak khusus untuk sedekah bagi kemaslahatan umat.
http://www.dakwatuna.com/2008/sepasang-suami-istri-teladan/
Diposting oleh
Al muhandis
pada pukul
6:13 PM
0
komentar
Label: tausiyah
06 Januari, 2010
Jalan = tong sampah ?

Entah mengapa sebagian orang membuang sampah di jalanan.
Ada yang membuang kulit-kulit buah,
bahkan ada yang sengaja membuang bangkai tikus atau kucing ke jalanan...
Diposting oleh
Al muhandis
pada pukul
11:27 AM
0
komentar
04 Januari, 2010
Dubai punya gedung baru

Subhanallah, sebuah gedung baru menjulang tinggi di Dubai. Gedung ini memperlihatkan keandalan teknologi dengan dukungan materi yang luar biasa. Semoga dengannya kita dapat bersyukur dan merasa kecil dihadapan Sang Pemilik Maha Karya di Alam Dunia ini..
Diposting oleh
Al muhandis
pada pukul
5:29 PM
0
komentar
Label: Teknologi
03 Januari, 2010
Mendiang presiden dan kiprahnya semoga jadi ibroh

Beberapa waktu yang lalu heboh di media massa pemberitaan atas wafatnya seorang putra bangsa... gus dur. Sebagian kalangan menganggap beliau adalah seorang bapak bangsa, sebagian lagi menyebutnya pantas menjadi pahlawan. Sebagian kalangan menyampaikan bahwa mereka telah terlepas dari penindasan kaum mayoritas lantaran kebijakan gusdur yang berpihak kepada mereka. Seabrek pendapat muncul dan mengemuka seiring peran yang dimainkan oleh mantan presiden tersebut ketika hidup di dunia ini. Di dunia islam sendiri, sebenarnya tidak banyak dampak positif yang dirasakan ketika sang kiyai (?) tersebut berkiprah. Malahan, ada banyak catatan-catatan kelam yang menyakitkan bagi umat muslim lantaran permainan kata-kata plural yang menggelinding dikala beliau menyampaikan sesuatu. Bagaimana mungkin Al Qur'an dikatakan kitab paling porno..? Naudzubillah.. Dan menyakitkan juga tatkala israel menjadi teman main beliau disaat palestina mengerang kesakitan.
Yah, apapun yang telah beliau lakukan dan jalani di dunia fana ini, ia kelak akan menanggung akibatnya. Akibat baik akan membuatnya senang dan akibat buruk akan menjadikan kesengsaraan di akhirat. Fa mayya'mal mitsqola zarratin khairayyarah, wa mayya'mal mitsqola zarratin syarroyyaroh.
Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari perjalanan hidup beliau sebagai pelajaran yang berguna. Baik perbuatan beliau yang telah memberikan kebaikan bagi ummat ini atau pun perbuatan beliau yang kadang melukai ummat.
Sebagaimana kita juga tentunya terkadang lalai dan lupa sebagai manusia biasa...
disini ada beberapa tulisan tentang gusdur :
Kontroversi :
1. Lucunya Gusdur : http://akmal.multiply.com/journal/item/196
2. Memprotes : http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=10635
pro
1. gusdur pembaharu : http://suarapembaca.detik.com/read/2010/01/02/161617/1270394/471/gus-dur-dan-pembaharuan-islam-di-indonesia?882205470
2. klarifikasi diri : http://www.gatra.com/2004-04-01/artikel.php?id=35183
ada yang mencuri tanah pusara gusdur http%3A%2F%2Fnews.okezone.com%2Fread%2F2010%2F01%2F01%2F337%2F290172%2F337%2Fmasya-allah-peziarah-curi-tanah-pusara-gus-dur
Diposting oleh
Al muhandis
pada pukul
12:42 PM
0
komentar
12 Desember, 2009
ulang..
Suatu ketika Rasulullah SAW berdo'a agar salah seorang umar diantara dua orang umar (umar bin Hisyam dan umar bin khattab) dijadikan oleh Allah swt menjadi pejuang yang akan menjaga islam yang baru tumbuh di Makkah. Do'a ini ternyata tidak hanya satu kali dimohonkan beliau. Rasulullah mengulangi permohonan tersebut kepada Allah swt di lain waktu dan itu berulang beberapa kali. Pada Akhirnya do'a beliau ini di ijabah oleh Allah swt dan terlahirlah dari rahim dien baru itu seorang pejuang tangguh yang disegani oleh lawan maupun kawan. Sang pejuang yang dipilih Allah swt itu adalah Umar bin Khattab ra.
Pada penggalan siroh Nabawiyah yang agung itu, kita dapat mencermati bahwa tidaklah cukup kita berdo'a kepada Allah swt dengan kerendahan diri menghamba kepadanya hanya satu kali saja. Faktanya terkadang kita berdo'a kepada sang Khalik dengan hanya satu kali berdo'a dan itupun sering diiringi dengan ketidak tawadhu'an dalam memohon. Maka tidak lah mungkin Allah swt akan mengabulkan do'a kita.
Marilah sejenak kita menggali kedalam hati sanubari kita. Apakah do'a-do'a yang kita mohonkan kepada Allah swt telah kita sampaikan dengan benar dan dengan ketundukan. Dan apakah do'a itu pernah kita ulang-ulang dalam sholat-sholat kita atau barangkali kita terlupa dengan do'a yang pernah kita sampaikan tersebut ?. Semoga dengan kita mengingat do'a kita kepada-Nya maka Ia juga akan mengingat kita dan memberikan perkenan atas do'a kita.
Diposting oleh
Al muhandis
pada pukul
11:54 AM
0
komentar
Label: tausiyah
mengadulah

Begitu berat perjalanan dakwah seorang da'i. Senantiasa ada berbagai onak dan duri yang menghadang dalam perjalanan. Ada masa ketika ia tak lagi mampu berbuat banyak untuk melanjutkan perjalanannya. Suatu masa yang barangkali ia akan tertumpu pada masalahnya dan menjadi buntu. Sebagian dari para da'i terkadang hampir saja kehilangan pegangan dan merasa gagal dalam usahanya mengajak manusia. ya, bisa jadi dalam mengajak keluarganya sendiri seumpama ayah, ibu, adik atau kakak. Kegundahan dalam hati terkadang tak dapat ia bendung dan jadilah ia hanya menjadi penonton tingkah laku dari keluarganya yang masih sulit diubah. Tak banyak yang dapat saya perbuat. Ungkapan itu seakan manjadi lazim ia ucapkan.
Wahai saudaraku, jangan berputus asa dari rahmat Allah SWT, ingatlah bahwa orang-orang yang berputus asa dari rahmat Allah SWT adalah orang-orang yang ingkar terhadap adanya Allah SWT. Tak hanya kita yang mengalami masalah keluarga dan dakwah yang dihadapi. Telah berlalu orang-orang sebelum kita dan mereka tetap tegar dijalan ini.
Terkadang kita lupa kepada Dzat yang memegang hati dan jiwa mereka ..... Ingatlah tatkala para utusan Allah SWT mengalami kebuntuan terhadap tanggung jawab yang ia hadapi .....
Nuh berkata: "Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang,
maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran).
Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat.
Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan
kemudian sesungguhnya aku (menyeru) mereka (lagi) dengan terang-terangan dan dengan diam-diam
(QS Nuh : 71 ayat 5-9)
Subhanallah, demikian gigihnya beliau dalam menyampaikan dakwah..... walaupun kaumnya demikian tak peduli dengan seruan.
hingga dalam perjalanan dakwahnya selama 950 tahun, Nabi Nuh kita ketahui hanya bisa mengajak 40 orang ...
Namun, demikianlah ketentuannya. Allah telah mentakdirkan bahwa kebenaran itu harus ditegakkan dengan kesungguhan dan kesabaran.
Catatan penting yang ingin ana garis bawahi disini adalah tentang do'a yang disampaikan oleh nabi Nuh 'alaihi salam. Betapa tidak, demikian hebatnya pengingkaran kaumnya terhadap beliau tapi beliau tetap tabah, dan kemudian melaporkannya kepada Allah SWT. Ia sampaikan segala kegundahan hatinya.
Mengadukan perihal yang dihadapinya untuk kemudian terus melanjutkan perjuangan panjang tersebut...
Diposting oleh
Al muhandis
pada pukul
11:27 AM
0
komentar
Label: tausiyah