25 Januari, 2026

Bersama anak-anak

Di Perumahan TPA ini, ada beberapa anak yang kadang main ke rumah. Sebagian main untuk bertanya beberapa hal terkait perkara Agama, sebagian lain datang untuk sekedar bermain saja. Ada beberapa anak yang sangat dekat dengan saya. Mereka merasa saya sudah seperti om nya. Saudara dari orangtua. Masya Allah, bahkan ada yang pernah dengan terang-terangan mengatakan," Om, mau kah om menjadi ayah saya?". Dari kalimatnya sebenarnya bukan maksudnya agar om menikahi ibu saya, he.. he.. Bukan!. Tapi yang saya perhatikan dari keseharian mereka adalah kurangnya kasih sayang seorang ayah. Mungkin seperti inilah realita yang pernah disampaikan ustadz Irwan Rinaldi. Ayah ada tapi tiada. Ayah hadir dalam rumah, namun anak merasa ada kekosongan dalam diri mereka yang tidak terisi oleh peran ayah yang hadir di rumah tersebut. Semoga nanti ayah anak-anak ini menyadari hal itu kemudian memperbaikinya. Semoga Allah berikan kesadaran bagi para ayah termasuk dalam rumah tangga kami sendiri untuk dapat mengisi kekosongan dalam diri anak-anak kami, terutama peran ayah yang sangat krusial dalam perjalanan hidup mereka.
Anak-anak yang datang dan bermain di depan rumah bahkan kadang juga masuk ke rumah menjadi penghiburan tersendiri bagi saya. Mereka dengan ceria dan tingkah polahnya masing-masing seakan-akan mengingatkan anak-anak saya di rumah. Ketika mereka hadir juga terkadang memberikan istirahat sejenak untuk kemudian lanjut dengan semangat lagi dalam menggarap disertasi.
Thanks to : 5 bersaudara (Arsenio, Clara, Mila, Nessa, dan Ola), Amar, Ikmal, Fatih, dll.

Tidak ada komentar: