Ya Allah kerinduan ini semakin mendalam .....
Cari cepat dengan Label sama :
02 Agustus, 2009
Cahaya Islam ...
Diposting oleh
Al muhandis
pada pukul
12:16 PM
0
komentar
20 Juli, 2009
Qonaah
Betapapun, sifat qonaah yang terpaut erat pada hamba Allah swt yang mulia pastilah senantiasa menawan hati. Karena itu jualah maka jiwa ana yang ringkih ini sulit untuk dilepaskan dari keinginan berkenalan, bersahabat dan bercengkerama dengan jiwa-jiwa bersahaja tersebut. Jiwa-jiwa yang menerima dengan kelapangan hati. Tanpa tendensi. Kehidupan yang bernuansakan keindahan alam akhirat. Alam yang tak nampak oleh mata yang lemah ini. Namun dapat dirasakan keberadaannya oleh jiwa-jiwa yang merindukan pertemuan dengan sang kekasih tertinggi.
Diposting oleh
Al muhandis
pada pukul
11:57 AM
0
komentar
Label: Curhat
15 Juli, 2009
Ramadhan kan menjelang
Sekitar 38 hari lagi Ramadhan kan datang. Bulan yang paling dinanti oleh para perindu malam-malam nan syahdu. Ukiran do'a terlisankan dalam untaian pengharapan " Allahumma bariklana fi rajab wa sya'ban wa ballighna ramadhan". Semoga do'a itu menjadi inspirasi bagi kita agar dalam ramadhan nanti bisa lebih sempurna. Ramadhan satu tahun lalu telah meninggalkan kita dan hari ini ia datang tentunya dengan harapan ada sejumput perubahan yang telah terjadi dalam diri kita. Ramadhan kali ini datang dengan beragam bonus dan keberkahannya. Ia kan datang menyapa sang perindu malam untuk bangun mencari keridhaan Rabbnya. Menjumpai sang penghafal untuk melanjutkan jenak-jenak ingatannya. Menjumpai sang pecinta agar meluruskan cintanya. Serta menemui orang-orang yang telah berbuat zhalim terhadap dirinya untuk bersegera menghadap sang Khaliq memohon ampunan atas kesalahan-kesalahannya. Diri yang lemah semoga kan menjadi kuat. jiwa yang alpa semoga kan selalu ingat.
Ku mengharapkan ramadhan kali ini penuh makna, agar dapat kulalui dengan sempurna... selangkah demi selangkah ....
bait-bait nasyid yang disampaikan oleh sang munsyid kembali hadir menyapa relung hati...
Marhaban ya Ramadhan...
Diposting oleh
Al muhandis
pada pukul
12:10 PM
0
komentar
Label: tausiyah
12 Juli, 2009
Boleh tidak duduk seperti itu ?
"Uda, buliah ndak akahawat duduak mengangkang kalo ba honda ?". Pertanyaan itu muncul dari mulut adik ana yang juga seorang akhawat saat ana bonceng. Tak tahu ana mau jawab seperti apa. Permasalahan ini memang cukup rumit bagi ana sendiri. Karena ketika ana tanya kepada salah seorang ikhwah, beliau menyampaikan bahwa zaman dulu aisyah dan sahabat wanita lainnya juga pernah naik kuda. Jika naik kuda tentunya mereka duduk seperti itu juga. Wallahu a'lam, apakah hal itu benar atau tidak. Dan itu bisa dijadikan sebuah dalil atau tidak, ana kurang tahu. Dengan singkat kemudian ana jawab ," boleh, tapi kurang ahsan." hanya kalimat itu yang sanggup ana tuturkan dan tidak ana rinci lebih jauh.
Dalam pikiran ana berkelebat puluhan bahkan mungkin ratusan kejadian tentang representasi sang da'iah yang dibonceng dengan honda dan duduk sebagaimana layaknya kaum perempuan kebanyakan (duduk seperti laki-laki). Cara duduk, yang sudah biasa dan terlalu biasa bagi masyarakat kita dengan berbagai kondisi dan keadaannya. Ada alasan-alasan tertentu bagi mereka untuk duduk seperti itu saat dibonceng. Dan tentunya pada sebagian kasus kita memahami. Misalkan saja untuk bepergian jauh, ini alasan yang cukup kuat agar hal tersebut bisa dilakukan. Anak banyak, ini juga punya alasan yang kuat. Dan ana juga sependapat jikalau itu boleh dilakukan. Namun, yang ana tak habis pikir adalah perjalanan dalam kota, dan anak satu orang. Untuk alasan apa ya? Ah, biarlah mungkin ia punya alasan lain yang diluar itu dan kuat.
Tapi bagi kita yang belum pernah melakukannya ataupun yang sudah pernah melakukannya, maka hendaklah kita juga mengingat akan peran dan fungsi kita sebagai seorang perubah di masyarakat. Akan contoh dan teladan yang kita berikan. Jangan sampai nantinya masyarakat menjadikan kita sebagai rujukan untuk melakukan hal yang demikian kemudian dengan santainya kaum ibu duduk ( mangangkang ) saat dibonceng dan berkata ," ustadzah ...... saja seperti ini kok." Nah ........
Dulu waktu kecil, tak pernah tampak oleh kita cara duduk seperti itu. Namun belakangan di masayarakat hal demikian sudah menggejala. Ana pernah berpapasan dengan salah seorang ibu yang memakai sarung dibonceng oleh seseorang perempuan sambil duduk seperti itu. Dulu, juga amat jarang dan bahkan tak pernah nampak seorang akhawat atau ummahat yang dibonceng dalam kota dalam posisi duduk seperti laki-laki. Namun, saat ini kita bisa melihat. Dan bahkan tak perlu jauh-jauh mencarinya. Naudzubillah. Semoga kita tidak salah langkah nantinya dengan membiarkan hal demikian menggejala di masyarakat kita. Masih banyak tugas kita yang lain.
wallahu a'lam. Ana coba browsing dan ana mendapat sebuah pituah yang bijak dari Pitaruah ayah :
.......
Adopun nan dimukasuik jo kato sumbang, iyolah suatu laku perbuatan, nan buruak tacacek tarcalo, tapi alun sampai kapado salah. Kato padanan dari sumbang yaitu jangga, senjang ataupun sonsang. Atau istilah populer masa kini “kurang etis”, bandel, norak jo urakan, kalau bahaso di pasaran, kurang aja indak baradaik, bak baruak harago tigo tali, mantiko… ha, ado sambuangannyo di ujuangnyo tu ah…na’udzubillah..
Nah… cubo ayah bilang ayah papakan :
Sumbang duduak. Duduak sopan bagi padusi iyolah basimpuah, bukan baselo cando laki-laki, nan paliang tacacek bana kalau mancangkuang jo mancongkong sabalah lutuik batagakkan bak gaek duduak di lapau. Kok duduak di bangku di kurisi, rapekkan paho arek2, manyampiang agak salayang, nyampang mamakai rok singkek, usahlah kaki ditindiahkan, nak jan tasimbah nampak sajo. Baitupun duduak di honda, dibonceang atau mambonceang, ijan mangangkang abih2, manjajok dipandang urang. Itu sumbang duduak.
.........
(diambil dan ditulis ulang dari kaset “Pitaruah Ayah untuk Remaja Putri” surahan Angku Yus Dt. Parpatiah)
Diposting oleh
Al muhandis
pada pukul
3:20 PM
0
komentar
Label: Curhat
11 Juli, 2009
Untuk kita yang sering sibuk ... (mengingatkan)
Ana dapat film pendek di youtube, cerita tentang keluhan seorang ibu terhadap anak-anaknya yang telah berhasil.
Air mata ini tiba-tiba mengalir begitu saja.
Astaghfirullah.. moga itu tidak terjadi pada kita ....
silakan ikuti link berikut :
http://www.youtube.com/watch?v=FbqDqFEvxtI
Diposting oleh
Al muhandis
pada pukul
11:48 AM
0
komentar
10 Juli, 2009
Hati-hati dalam kesendirian
Tarbiyah dzatiyah adalah sarana yang paling efektif bagi kita yang sedang sendiri ..........
Syaithan dan sebangsanya amat senang melihat seseorang yang menyendiri. Tatkala tak ada orang lain yang melihat apa yang diperbuatnya, maka adakalanya timbul keinginan-keinginan untuk melakukan sesuatu yang mungkin selama ini tidak dilakukan ketika ada orang lain. Boleh jadi yang dilakukan itu sebenarnya hal yang halal, namun tatkala sendiri maka keinginan untuk melakukan 'yang lebih' dari sekedar itu akan semakin kuat. Dan pada akhirnya bisa jadi melangkah kepada apa yang dilarang. So, hati-hati lah tatkala sendiri.
Diposting oleh
Al muhandis
pada pukul
8:24 PM
0
komentar
Label: tausiyah
19 Juni, 2009
Nama saya Ayu

Siang itu ana berangkat menuju Jalan Veteran Padang. Setelah hampir sampai ke tempat yang dituju, ana berhenti di gang masuk. Tempatnya persis di dekat simpang empat Jalan Damar. Saat memarkir motor, mata ana tertuju pada dua orang anak jalanan yang asyik bergurau dan berkelakar bersama temannya. Sepertinya mereka sudah demikian akrab. Menurut ana mereka dua orang kawan yang sangat akrab. Satu orang laki-laki dan satu orang perempuan. Perkiraan ana umur mereka tidak lebih dari 10 tahun.
Timbul keinginan dalam hati ana untuk berbicara dengan mereka. Ana berharap nantinya bisa berbincang tentang banyak hal dalam dunia anak jalanan tersebut. Ana kira dunia anak jalanan adalah dunia yang penuh dengan tantangan kehidupan yang besar. Tak jarang dalam media diberitakan tentang nasib mereka yang dianiaya, dilecehkan baik secara moriil maupun materiil. Di kota-kota besar, itu lazim terjadi. Sehingga pada akhirnya kehidupan mereka menjadi suram dan tak punya masa depan.
Perlahan ana mendekati mereka kemudian berdiri dekat pagar selokan di samping lampu lalu lintas. Anak-anak tersebut tetap berkelakar. Namun jika lampu merah, mereka bergegas menuju mobil-mobil angkutan kota yang berhenti kemudian menyanyikan lagu. Tak berapa lama jedanya, setelah mereka melantunkan lagu maka tangan-tangan kecil tersebut mulai menadah kepada para penumpang angkot. Mobil-mobil pribadi juga tak luput dari incaran mereka.
Ketika lampu berwarna hijau, mereka kembali kepangkalan di samping lampu lalu lintas. Ana mulai mendekati mereka dan mencoba berbicara. Anak yang perempuan sepertinya agak curiga dengan keberadaan ana. Dan sedikit mengambil jarak. Sambil tersenyum ana menanyakan nama anak yang laki-laki." Siapa namanya, dik ?", sapa ana dengan ramah. " Nama saya ayu, da", balasnya dengan senyum khas anak-anak." Ayu ?, kok namanya seperti nama perempuan ?", tanya ana lagi meyakinkan. Anak tersebut kemudian tertawa dan membetulkan topi yang dipasang diatas kepalanya ", Ya, saya memang perempuan. Saya tomboy !.", dengan polos dan tanpa bersalah anak ini tertawa lepas kepada ana. Tinggal ana yang kebingungan sambil membayangkan beragam hal tentang kehidupan anak-anak ini.
Ya Allah , berikan kesempatan kepada kami nantinya untuk dapat membahagiakan mereka dan menjadikan mereka anak-anak yang taat kepada-Mu.
Diposting oleh
Al muhandis
pada pukul
6:20 AM
0
komentar
Label: padang
14 Juni, 2009
Pilihan
Apa yang terjadi tatkala kita dihadapkan pada pilihan sulit ? mau tak mau harus ada sebuah keputusan final. Ya Allah, kuatkan hamba-Mu ini. Lantunan pengharapan itu yang akan senantiasa memenuhi lisan-lisan kita tentunya. Semoga setiap langkah dan ucap kita senantiasa dalam keridhoaannya. Amiin
baca lanjutannya..
Diposting oleh
Al muhandis
pada pukul
7:06 PM
1 komentar
Label: Curhat
13 Juni, 2009
Antara iya atau tidak
Berat memang. Saat-saat ketika kita diuji dengan masalah-masalah prinsip yang kita pegang. Laksana kita memegang bara api disaat kita dalam kegelapan. Bara api dipegang agar dapat menerangi setiap langkah yang akan kita tempuh. Saat itu panasnya bara seakan menggerogoti setiap inchi tubuh kita. Namun tatkala bara kita lepas lantaran tak tahan dengan panas yang terus menggerogoti, maka kegelapan akan meliputi kita. Tak tentu arah kemana kaki akan melangkah.
Rabbi, Engkau telah hadirkan cahaya islam ini untuk kami maka teguhkan ia di dada kami.
Yaa Muqollabal quluub tsabbits qolbi 'ala diinika
Diposting oleh
Al muhandis
pada pukul
10:01 AM
0
komentar
Label: Curhat
10 Juni, 2009
Sejenak melepas segala kepenatan
Sahabat, mari kita sejenak berbicara tentang hari-hari yang telah kita lalui bersama. Sejenak kita melepas kepenatan akan panas dan teriknya mentari di siang hari. Berendam di air yang jernih untuk menghilangkan laju perpindahan panas dari sang raja siang ke tubuh kita yang telah letih. Saat-saat ini kurasakan demikian menyejukkan. Kau tentu masih ingat akan tingkah kita saat melalui berbagai rintangan yang menghadang di jalanan sepi. Atau tatkala langkah kita berderap diantara hiruk pikuknya dunia alam kota. Yah, mungkin melepas sejenak kepenatan kita disini akan bisa menghapuskan segala hiruk pikuk itu. Aku ingin berbagi cerita kepadamu tentang masa-masa lalu kita. Kemudian aku juga ingin berbincang lepas bersamamu tentang masa-masa yang akan kita gapai nantinya. Masing-masing kita tentu akan merindukan saat-saat kebahagiaan itu.
Sahabat, perhentian kita sejenak disini akan menjadi kenangan indah. Sejarah tentu akan mencatat bahwa kita pernah bercerita dan beristirahat dengan nyaman di air yang jernih yang menyejukkan.
Setelah itu kita akan beranjak untuk kemudian menunaikan tugas-tugas baru yang telah dan akan menunggu untuk segera di selesaikan. Mari bersama kita gapai kebahagiaan hakiki bersama keridhoaan-Nya. Tak salah tentunya pada saat istirahat ini kita juga merancang sebuah bentuk kebahagiaan kita akan masa depan yang gemilang bukan?
Ya Rabbi... berkahi kami dalam kesendirian dan kebersamaan kami
Masukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang Engkau Cintai
dan
Pertemukan kami dalam Jannah-Mu dalam ridho dan diridhoi...
Amiin ya Rabb..
Diposting oleh
Al muhandis
pada pukul
12:16 AM
0
komentar
Label: Curhat